The6-storey mall has become a favorite for the locals to spend their free time. There are different things to be found here, pretty much like any other mall. The basement floor covers different merchants. There you can find some popular brands, such as Hoka-Hoka Bento, Dunkin 'Donuts, JCO, KFC, Texas Fried Chicken, and many more. KotaSurabaya tahun 1929 terlihat sudah modern krn kereta Trem. ditahun 2020 ini kota Surabaya berkembang menjadi kota dg gedung2 tinggi Sumber: Eye 81P8. Mall ini tidak begitu besar namun termasuk Mall yang di minati oleh masyarakat Plaza adalah pusat perbelanjaan di Surabaya yang terletak di jantung kota, lokasinya bersebelahan dengan Monkasel Surabaya Submmarine Monument dan sangat dekat juga dengan Surabaya Plaza Plaza Surabaya atau Delta Plaza merupakan lokasi rumah Sakit bersejarah yaitu Dr. Soetomo saat itu. Namun, kini diubah menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang memiliki 6 lantai dengan gedung megah dilengkapi parkir flat yang luas baik di bawah maupun di 1 tersedia SuperIndo swalayan untuk kebutuhan sehari-hari, dan di Ground Floor dilengkapi dengan KFC, Texas Fried Chicken, Hoka-Hoka Bent, Dunkin Donuts, JCO, Tentrem Es, Apotik Plus, DRTV Toko Inovasi, Matahari Department Store, BreadTalk, Roti Dika, Asia Bakery, Stasiun Sport, Kassaya Parfum, Iwan Fashion, Christoper Salon, Perhiasan Julia, Perhiasan Love, Indomusic, Nakamura The Healing Touch serta pusat ATM seperti, Bank Bukopin, Bank Mandiri, BNI, NISP, Bank Mega, BCA, Bank Permata dan Niaga segi harga di mall ini untuk produk2 Fashion tergolong murah di bandingkan mall besar lainnya seperti Tunjungan PlazaCara Menuju Lokasi Plaza Surabaya Delta Plaza Plaza Surabaya Delta Plaza Jl. Pemuda 33-37 Surabaya 60271 Telp. 031-5316843, 5315088Mall ini juga bersebelahan dengan WTC yang merupakan pusat penjualan HP di Surabaya sehingga berbelanja di tempat ini menjadi lebih menyenangkan. 16 Agustus 2019 WIB • 2 menit Kali ini kami tim Good News From Indonesia berkesempatan mengunjungi Museum 10 November di Tugu Pahlawan dalamnya banyak sekali benda-benda bersejarah sebagai saksi bisu perjuangan arek-arek Suroboyo melawan penjajah. Mulai dari pakaian hingga printilan-printilan seperti tempat saja kemudian ada satu hal menarik yakni Rumah Sakit Simpang Surabaya sebagai rumah sakit tertua di Surabaya. Namun bangunannya sudah tidak ada hanya tersisa tugu peringatan. Ternyata bangunan rumah sakit sudah berubah menjadi kawasan mall lebih tepatnya Delta Plaza warga Surabaya tentunya mereka sudah mengetahui bahwa kawasan Delta Plaza Surabaya dulunya adalah sebuah rumah anak-anak sekolah yang selalu mendapatkan cerita bahwa sekolahnya dulu adalah rumah sakit ya. Tapi ini bukanlah cerita Delta Plaza Surabaya dulunya memang bangunan rumah sakit tertua di Surabaya. Rumah sakit tersebut bernama Oude Centrale Vurgerlijke Ziekeninrichting CBZ atau Rumah Sakit Sakit Simpang Surabaya memiliki banyak kisah sejarah di dalamnya yang tentunya menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat sebelum tahun 1900-an dan dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Daendels. Perintah tersebut bertujuan untuk mengganti rumah sakit lama di kota bawah yang telah dijual Daendels pada tanggal 14 Juli saat itu pun Rumah Sakit Simpang sudah mengalami beberapa renovasi. Semula hanya bisa menampung 150 pasien hingga bisa menampung 200 tahun 1868 dan 1869 wilayah Surabaya sempat diserang wabah Kolera dan Rumah Sakit Simpang mendapatkan banyak pasien hingga 3 kali lipat. Jumlah tersebut pun semakin bertambah karena kedatangan militer yang terluka setelah kembali dari ekspedisi pada tahun 1876 ditanamlah pohon-pohon beringin besar yang rindang dan pembasmian hama penyakit. Di saat itu juga pemisahan pasien menular dan tidak menular ya, Rumah Sakit ini berdiri di atas lahan seluas m2 .Di tahun 1890, sempat menjadi Rumah Sakit Militer. Pegawai atau perawat yang direkrut merupakan kalangan militer yang sudah tidak aktif di dokter dan perawat hanya bisa menangani pasien anggota militer yang berpangkat tinggi dan tidak terlalu memperhatikan yang berpangkat Soetomo merupakan salah satu yang bertugas di Rumah Sakit Simpang. Beliau sebagai dokter dan dosen kedokteran mengajar di Dermato Venereologie atau Huid-en Geslachtsziekten atau ilmu penyakit kulit dan Sakit Simpang ini memiliki peran yang besar saat masa pertempuran Surabaya. Tertulis dalam tugu yang didirikan dekat dengan Delta Plaza bahwa“Dulunya kawasan Delta Plaza adalah Rumah Sakit Umum CBZ korban pertempuran 10 November 1945 memenuhi seluruh pojok gedung dan meluber sampai halaman rumah sakit. Para dokter dan perawat bekerja terus menerus namun banyak korban tak tertolong jiwanya. Mereka yang bisa diselamatkan diangkut keluar kota. Karena meluasnya pertempuran maka tanggal 14 November 1945 dilakukan pengungsian terakhir dengan kereta api dari stasiun gubeng menuju Malang.”Tugu atau monumen tersebut terletak di jalan Pemuda depan gedung RRI Surabaya. Monumen dibangun setinggi 2 masih banyak cerita sejarah yang masih bisa kita gali. Apalagi peristiwa 10 November terjadi di Surabaya tentunya meninggalkan banyak kisah sejarah.***Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan. Tim Editor Last updated on 27 April 2023 Foto oleh mimin SGPC, CC-BY-SA Plaza Surabaya, awalnya dan masih sering disebut Surabaya Delta Plaza adalah sebuah pusat perbelanjaan besar berlantai 5, dengan luas lantai mencapai meter persegi yang dikelilingi Jalan Pemuda, Sungai Kalimas dan Jalan Plaza Boulevard, Kota Surabaya. Plaza Surabaya beserta lahannya kini dimiliki oleh PT Bayu Beringin Lestari. Pusat belanja ini merupakan satu dari beberapa pusat belanja awal yang berdiri di Kota Pahlawan selain Tunjungan Plaza dan Hi-Tech Mall. Tak seperti website lain di dunia maya, artikel Plaza Surabaya di SGPC tidak akan menyajikan suster gepeng atau mitos-mitos lain yang biasanya anda jumpai di media sosial oleh kalangan muda sekarang. Bahkan manajemen mal saja agaknya capek dibombardir mitos tersebut setiap hari. Berdiri di atas bekas Centrale Burgerlijke Ziekenhaus Kompleks Plaza Surabaya berada di bekas rumah sakit Simpang atau CBZ Centrale Burgerlijke Ziekenhaus. Pasca-peleburan RS Simpang ke RSUP Dr. Soetomo pada tahun 1970an, sebuah perusahaan swasta membeli tanah tersebut dan sejak tahun 1975, menurut manajer konstruksi Delta Plaza, Ang Kian Hoo, mulai membesitkan pikirannya untuk membangun pusat perniagaan di eks lahan CBZ. Mengingat sejarah CBZ sebagai rumah sakit untuk korban ajang perperangan pada 10 November 1945, keberadaan pusat perbelanjaan tersebut, tidak disenangi sebagian Dilanowcy fanatik bangunan era kolonial. Pada tahun 1979, 75 ribu meter persegi lahan tersebut dibeli oleh PT Surabaya Delta Plaza, pengembang dan pengelola awal mal, dan setahun kemudian kajian dilakukan oleh firma arsitek Planning & Designing Consultant dari Singapura Pladesco, dan perancangan desain arsitekturalnya dimulai pada 1983. Awalnya, pembangunan Delta Plaza terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pertama berupa parkiran, mall, pusat onderdil kendaraan bermotor dan ruko; dan tahap kedua berupa apartemen berlantai 12 dan 13, hotel 29 lantai dan perkantoran 18 lantai. Sayangnya rencana tahap kedua tersebut tidak terlaksana. Sisi timur. Foto oleh Ronniecoln Pembangunan Plaza Delta tahap pertama dimulai pada 10 Mei 1984 dan selesai dibangun 20 Maret 1988, dengan Hutama Karya selaku kontraktor utama. Tiga bulan sebelum konstruksi berakhir, pada tanggal 31 Desember 1987, Presiden Soeharto beserta ibu negara Tien Soeharto meninjau pembangunan mall yang diklaim terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara kala itu. Pembangunan mall tersebut mencapai Rp. 116 milyar rupiah 1988. Plaza Delta diresmikan pemakaiannya pada 2 Juni 1988 oleh Presiden Soeharto. Di tiga tahun awal operasional Plaza Delta, walau dikenal luas dan besar, mal ini ternyata sempat terseok-seok sepi pengunjung sehingga kehilangan tenant-tenantnya hingga terjadi kisruh penyelesaian sewa toko yang dialami Rimo, Hero, Izuya dan Delta Fashion. Bahkan, Rimo harus bersiasat saat mereka tutup secara bertahap di awal 1991 dengan mengerahkan karyawan dan pengunjung “membeli” barang-barangnya untuk mengelabui pengelola mall. Puncaknya, BKPM mencabut izin investasi Surabaya Delta Plaza pada 27 Maret 1991. Drama tersebut berakhir setelah sayap usaha baru Grup Salim, PT Bayu Beringin Lestari, membeli keseluruhan gedung dan tanah Surabaya Delta Plaza dengan mahar Rp 180 milyar 1991 pada 28 Maret 1991, sekaligus mengganti namanya menjadi Plaza Surabaya. Pasca-akuisisi, pemilik lama yaitu PT Surabaya Delta Plaza mulai memindahkan kantornya dari pusat belanja yang sebelumnya mereka kelola. Saat itulah Salim harus mengawali segalanya dari awal, dimulai dari mengurus izin investasi di BKPM hingga konsultasi dengan pihak-pihak profesional terkait reposisi strategi bisnis ke depan dan persiapan perhelatan Surabaya Fair 1991 pada bulan Agustus. Pusat perbelanjaan Salah satu bagian interior Plaza Surabaya, dengan unsur Jawa di susunan temboknya. Foto Ronniecoln Memiliki 5 lantai dan satu basement, Plaza Delta Surabaya memiliki luas lantai total mencapai meter persegi. Sering disebut sebagai malnya kelas menengah, Plaza Surabaya ditempati oleh tenant-tenant seperti supermarket Superindo dahulu Gelael, toko perkakas ACE Hardware dan bioskop XXI, department store Matahari sejak November 1993, dahulu Galleria, McDonald’s sejak 21 Februari 1992, kedua setelah di Sarinah, hingga tempat bermain Timezone sejak Agustus 1997. Disamping itu, pusat perbelanjaan ini juga memiliki sebuah foodcourt dan berbagai merk sajian cepat saji. Tenant-tenant yang SGPC bisa identifikasi dahulu pernah menghiasi lantai mal ini terdiri dari Rimo Department Store 1988-27 Maret 1991, Toko Gunung Agung, Hero Supermarket April 1988-31 Maret 1990, Izuya Department Store 1988-1990, Delta Fashion Store 1988-1990, Plaza Department Store sempat diperluas pada akhir 1992, Bank Central Asia buka Agustus 1991 hingga Happy Puppy Family Karaoke buka 15 November 1992. Secara arsitektural, desain yang diusung oleh tim arsitek dari Pladesco dan Ir. Rachmat Purwono MSc tim ahli dari PT SDP memadukan gaya Jawa klasik dan modernisme. Hal yang paling kelihatan dari mall ini adalah eksteriornya yang menggunakan semacam mosaik aluminium di sisi selatan dan batu bata merah di sisi timur eksterior Plaza Surabaya. Gedung parkir berlantai 9 dan rukan di sebelahnya menunjang pusat perbelanjaan ini Surabaya Suites Hotel Sejak dibeli oleh Grup Salim, pusat onderdil kendaraan bermotor Plaza Surabaya diketahui tidak berfungsi sebagaimana mestinya sebagai pertokoan untuk onderdil kendaraan bermotor setelah Surya Nusaraya Motor keluar dari gedung tersebut. Maka, pengelola memutuskan mengalihfungsikan pusat onderdil sebagai hotel, yang secara tidak langsung menggantikan rencana awal membangun sebuah hotel berlantai 29 yang tidak jadi dibangun. Hotel ini memang direncanakan berhadapan dengan WTC Surabaya untuk mempermudah tamu dari gedung tersebut menginap di hotel itu. Rencana tersebut diperkenalkan ke masyarakat pada 30 Desember 1991. Alihfungsi gedung dari gedung onderdil menjadi hotel berbintang 4 ini dirancang oleh tim arsitek Design International dari Amerika, dan dilakukan oleh Waringin Megah mulai Juni 1992 sampai Agustus 1993. Perubahan yang dilakukan dalam alih fungsi gedung ini terdiri dari pembuatan atrium, perataan jalan masuk ke lobi, penambahan 1 lantai dan cat ulang eksterior. Hotel ini mulai beroperasi sebagai Radisson Surabaya Plaza mulai 15 Oktober 1993 sampai 1 April 2003, selanjutnya Surabaya Plaza Hotel dari 2 April 2003 sampai 22 April 2015. Sejak 23 April 2015, nama hotel berkamar 230 dan berlantai 8 ini bernama Surabaya Suites. Data dan fakta AlamatJalan Pemuda No. 33-37 Genteng, Surabaya, Jawa TimurArsitek pusat perbelanjaanPlanning & Designing Consultant Pladesco arsitekturSurabaya Delta Plaza architect of recordArsitek renovasi hotelDesign International arsitekturSurabaya Delta Plaza architect of recordPemborong pusat perbelanjaan RSEA Taiwan – Waskita Karya pondasiHutama Karya strukturPemborong renovasi hotelWaringin MegahLama pembangunan pusat perbelanjaanMei 1984 – Maret 1988Lama pembangunan renovasi hotelJuni 1992 – Agustus 1993Jumlah lantai pusat perbelanjaan5 lantai1 basementJumlah lantai renovasi hotel7 lantaiJumlah kamar230Biaya pembangunan pusat perbelanjaanRp 116 milyar 1988Rp 1,7 triliun inflasi 2020Biaya pembangunan renovasi hotelRp 58 milyar 1993Rp 595 milyar inflasi 2020SignifikasiPop culture “hantu suster gepeng”Referensi Majalah Konstruksi Mei 1985, Agustus 1993; ANTARA 3/1/1988 Referensi “Surabaya Delta Plaza, akan menjadi pusat perbelanjaan yang lengkap.” Majalah Konstruksi, Mei 1985. Hal. 54-62 “Presiden Soeharto Tinjau Surabaya Delta Plaza”. ANTARA, 3 Januari 1988. Diakses via web Soeharto, 15 Mei 2020. arsip ST 1988. “Presiden akan resmikan pabrik susu Nestle”. KOMPAS, 30 Mei 1988, hal. 2. Diakses via web Soeharto, 15 Mei 2020. arsip “Delta Plaza Masuk Salim Group”. Tempo, 13 April 1991. Hertanto, Edwina Martha; Sutanto, Budhi Fermin 2005. “Analisa dampak perubahan nama Hotel Radisson Plaza Suites Hotel Surabaya menjadi Surabaya Plaza Hotel terhadap profil tamu implikasi terhadap strategi pemasaran sebagai market challenger.” Abstrak Tesis, Universitas Kristen Petra. Dwi Ratih; Saptiwi Djati Retnowati 1993. “Radisson Plaza Suite Hotel Dari Motor Center Jadi Hotel Berkelas”. Majalah Konstruksi No. 184, Agustus 1993, hal. 51-58 Web resmi Surabaya Suites Hotel, diakses 15 Mei 2020. Tweet resmi, 22 April 2015. Diakses 15 Mei 2020. afa 1993. “Radisson Hotel Ekspansi ke Surabaya”. Republika, 12 Oktober 1993 hal. 3 Kuntari; Abdul Lathif 1990. “Plaza di Surabaya, Nafsu Besar, Tenaga Kurang.” KOMPAS, 27 Mei 1990, hal. 8 tya 1992. “Plaza Dept. Store diperluas dengan investasi Rp. 500 juta.” Surabaya Post, 10 November 1992 “Tingkatkan omzet dengan diskon dan bonus.” Surabaya Post, 27 November 1992, hal. 11 Nurhajati Kurnia; Wong Tung To 2003. “Perintis Ritel Modern Indonesia Memoar Pendiri Grup Jakarta Yayasan Kurnia Jakarta. Halaman 118, 132 Iklan Happy Puppy Karaoke. Surabaya Post, 16 November 1992 Daftar gerai Matahari per 31 Desember 2001, diarsip 3 September 2004 Setiawan; Syafi’i Zemud; Achmad Habib 1991. “Plaza Hotel Mulai Dibangun, Garden Tambah 8 Lantai.” Jawa Pos, 31 Desember 1991, hal. 12 Iklan Hero Supermarket. Jawa Pos, 4 April 1988, hal. 3 gus 1991. “Akhirnya Rimo juga hengkang dari SDP.” Jawa Pos, 28 Maret 1991, hal. 2 dh; el 1991. “SDP akan alihkan asetnya ke PT BBL.” Jawa Pos, 2 April 1991, hal. 2 dh; el 1991. “Bayu Beringin Terus Lakukan Inventarisasi, untuk pulihkan citra SDP.” Jawa Pos, 8 April 1991, hal. 2 gus; dh 1991. “SDP kini harus urus izin baru.” Jawa Pos, 11 April 1991, hal. 2 yul 1991. “SDP akan buka pasar swalayan.” Jawa Pos, 26 April 1991, hal. 2 el 1991. “BCA Plaza Surabaya akan dibuka.” Jawa Pos, 14 Agustus 1991, hal. 5 asz; yon 1991. “Asing akan masuk Plaza Surabaya.” Jawa Pos, 23 Agustus 1991, hal. 5 Supiyo 1992. “McDonald’s di Surabaya.” Majalah SWA No. 12/VII, Maret 1992, hal. 113 Setyawan; Syafi’i Zemud; Achmad Habib 1991. “Plaza Hotel mulai dibangun, Garden tambah 8 Jawa Pos, 31 Desember 1991, hal. 12 Lokasi Reactions 1 Reactions 1 ^^kay congrats thread seperti ini...berasa sejarah jangan sampai dilupakan..... Reactions 1 ^Benar. Indonesia dibawah Jepang selama thn. Jadi menjadi Hotel Yamato beberapa tahun saja. Reactions 1 Thanks sudah dibikinkan dedicated thread tentang "dulu dan sekarang" nya Surabaya, Mas. Btw delta plaza salah satu mall yang cukup tua yang masih bertahan dan trafficnya masih terjaga. Dibumbui cerita mistis tentang suster ngesot Di lokasi yang diapit dua mall mid to high doi masih bertahan di segmen mid to low meskipun cukup prime secara lokasi. Semoga bisa berkontribusi kalau nemu foto-foto Surabaya tempo dulu Reactions 2 Thanks sudah dibikinkan dedicated thread tentang "dulu dan sekarang" nya Surabaya, Mas. Btw delta plaza salah satu mall yang cukup tua yang masih bertahan dan trafficnya masih terjaga. Dibumbui cerita mistis tentang suster ngesot Di lokasi yang diapit dua mall mid to high doi masih bertahan di segmen mid to low meskipun cukup prime secara lokasi. Semoga bisa berkontribusi kalau nemu foto-foto Surabaya tempo dulu ^^ wow juga ya desain nya delta plaza tapi kok ya pas jadi banyak yang gak di bangun. Seharusnya render / desain yang ada pilar pilar kayak romawi di lobby delta plaza jika di realisasikan bagus banget loh. Sekarang alakadarnya. Kenapa delta plaza masih rame sampai sekarang karena berada di pusat bisnis jadi karyawan kantor yang ada di sekitar situ pada kesana kalau istirahat dan mall nya kan menengah. Harusnya parkir di depan lobby delta itu di tiadakan biar itu jadi space pedestrian kan bagus banget jadi tempat duduk duduk kasih lapak buat jual es puter di pedestrian itu pasti keren banget delta plaza kayak di orchard suasana nya 😅😅 See less See more Mantap thread nya bung teddybear, berasa kembali ke tempo dulu kay Disini bisa membandingkan dulu dan sekarang bagaimana keadaan nya. Gua pikir sekarang bertambah baik. Reactions 1 Taman depan Balai Kota cukup banyak ya pengerasannya ubin. Reactions 1 Reactions 1 congrats atas trit barunya kay sebagai sebuah kota yang kaya akan sejarah, Surabaya memang udah seharusnya punya trit ini... o, iya, adakah yang tau sejarah dari nama jalan yang berawalan "Embong" seperti Embong Malang, Embong Kenongo, Embong Trengguli, dkk ? menurut saya, penamaan ini sangat unik dan jadi salah satu ciri khas Surabaya, karena walaupun kata-kata Embong sebenarnya sudah dapat digantikan dengan kata-kata Jalan, tapi akhirnya kata-kata Embong tetep dipertahankan... apakah mungkin jalan-jalan yang berawalan Embong ini bersejarah ? ataukah memang terlanjur melekat di pikiran masyarakat Surabaya, sehingga akhirnya dipertahankan ? See less See more

delta plaza surabaya jaman dulu